[Video] Inilah Kuubur Pen3ntang Dakwah Rasulullah Abu Lah4b Yang Berb4u Buusuk Hingga Ke Hari Ini, Az4b Allah Itu Nyata.

[Video] Inilah Kuubur Pen3ntang Dakwah Rasulullah Abu Lah4b Yang Berb4u Buusuk Hingga Ke Hari Ini, Az4b Allah Itu Nyata.

Adakah di antara sahabat yang mengetahui siapa itu Abu Lahab? Sosok paman Rasulullah SAW yang justru men3ntang dakwah beliau. Dan bahkan Abu Lahab memu suhi anak buahnya, dan menjadi tokoh orang-orang mus yrik yang mem3rangi Rasulullah SAW. Dari cerita Abu Lahab kita bisa belajar, bahwasannya kenikmatan yang ia miliki tiada satupun yang bermanfaat untuknya. Mengapa?

Pakcik Rasulullah SAW yang Tidak Beriman

Ada dua pa;kcik dari Nabi Muhammad SAW yang hingga akhir hayatnya tidak memeluk agam Islam. Yaitu Abu Thalib bin Abdul Muthalib dan Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Dibandingkan dengan Abu Lahab, Abu Thalib tidak men3ntang dakhwah Rasulullah SAW namun tidak menerima agama Islam yang Rasulullah bawa. Sedangkan Abu Lahab, ia men3ntang dan memu suhi Rasulullah SAW.

Bagi penduduk Makkah jahiliyah, Abu Lahab adalah salah seorang sosok idaman, idola sekaligus panutan. Ia memiliki segalanya, harta hasil bisnesnya melimpah dan kedudukannya terhormat. Ia terlahir dari kalangan nasab (leluhur) pilihan. Selain pembisnes ulung, pemimpin idaman, Abu Lahab juga dikenal pandai bergaul.

Namun, semua itu tiada ertinya tanpa keimanan. Allah SWT hin4kan dia dengan mencatatnya sebagai seorang yang cel4ka. Dan dibaca oleh manusia hingga hari ki4mat dalam surah Al-Masad. Dalam QS. Al-Lahab, Allah SWT berfirman “berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (QS. Al-Lahab [111] – 2).

Abu Lahab dan Keluarganya

Nama lengkap dari Abu Lahab ialah Abdul Uzza bin Abu Muthalib. Namun mengapa ia dikenal dengan nama Abu Lahab? Hal ini kerana kek4firannya, yang kemudian Allah SWT mengkekalkan nama Abu Lahab untuknya. Lahab sendiri berarti api. Yaitu kerana ketika m4rah, rona wajah Abu Lahab berubah menjadi merah layaknya api.

Sebenarnya Abu Lahab adalah tokoh Makkah yang cerdas. Namun sayang, kecerdasan dan kepandaiannya tidak bermanfaat sama sekali di sisi Allah, karena tidak ia gunakan untuk merenungkan kebenaran Syariat Islam yang lurus.

Lalu bagaimana dengan anggota keluarga beliau? Tidak berbeda dengan Abu Lahab. Istrinya, Ummu Jamil Aura’ juga seorang k4fir yang sangat k3jam. Diceritakan pada suatu hari ia sengaja menaruh kayu dan tumbuhan berduri di jalan yang biasa dilewati oleh Rasulullah SAW, agar Nabi ters4kiti. Sungguh bi4dab. Oleh keran itu, namanya diabadikan dalam surat al-Masad sebagai wanita pembawa kayu bakar.

Kebu rukan di dalam keluarag Abu Lahab pun sampai pula ke anak-anaknya. Suatu hari, Abu Lahab menyuruh dan meng3cam kepada dua orang anaknya yang menikah dengan puteri Baginda Rasulullah SAW, untuk menceraikan istri-istrinya. Salah seorang anak beliau yang bernama, Utaibah pun akhirnya datang kerumah Nabi untuk menceraikan anak beliau, Ummu Kultsum dan ia juga melud4hi wajah Nabi. Namun m4lang, kerana kemudian Allah bin4sakan Utaibah dengan diterkam singa.

Wafatnya Abu Lahab

Abu Lahab meningg4l, 7 hari setelah P3rang Badr. Ia mend3rita b!sul di sekitar tubuh. 3 hari m4yatnya terl4ntar, dan tak seorangpun yang mau mendekati b4ngkai si k4fir itu. Orang-orang tidak tahan dengan b4u bu suk yang keluar dari jasad Abu Lahab.Kerana malu, keluarganya lantas mengg4li lubang kemudian mendorong tubuh Abu lahab dengan kayu panjang hingga masuk ke lubang itu. kemudian mereka l3mpari makamnya dengan b4tu hingga j4sadnya tert!mbun.

Bau Busuk dan Angkernya Kuburan Abu Lahab, Paman Sekaligus Musuh Nabi SAW

Bau Busuk dan Angkernya Kuburan Abu Lahab, Paman Sekaligus Musuh Nabi SAW

Bau Busuk dan Angkernya Kuburan Abu Lahab, Paman Sekaligus Musuh Nabi SAW

Bau Busuk dan Angkernya Kuburan Abu Lahab, Paman Sekaligus Musuh Nabi SAW

Ia m4ti dengan sebu ruk-bu ruknya kem4tian. Gunung yang menyimpan jas4d Abu Lahab itu tidak jauh dari Masjidil Haram . Sekitar 3-4 km. Dari atas gunung yang sudah diratakan dan di sekelilingnya banyak berdiri bangunan, terlihat kesibukan kota. Mobil lalu lalang dan gedung-gudung yang berjajar

Dari cerita Abu Lahab kita dapat mengambil pelajaran, bahwasannya apa yang kita miliki di dunia, kekuasaan, harta benda, dan kenikmatan lainnya tidak berarti apabila kita mendustakan Allah SWT. Tak terkecuali dengan pasangan hidup. Pasangan seseorang itu tergantung dengan kualitas dirinya. Ia bagaikan cermin kepribadian.

So, berbahagialah kita yang hingga saat ini masih diberi iman Islam oleh Allah SWT. Dan tugas kita ialah menjaga keimanan kita ini hingga m4ut menjemput.

Sumber:kalam.sindonews

 

KHAS UNTUK PEMBACA BERTUAH

Shope tengah buat sale sekarang

klik disini — promosi shope terlajak murah

Apa pendapat anda? Sudah Baca, Jangan Lupa Memberi Komen, LIKE Dan SHARE YA Semoga Bermanfaaat Terima kasih!

Resepi Dapur menyajikan informasi Dunia Islam, sosial, Mistik kemasyarakatan dan kebangsaan terkini. Video disini hanyalah sebagai referensi berbagai riset dan pengumpulan data seperti foto dan video dari berbagai sumber yang dikemaskini dalam bentuk entertainment. Kebenaran hanya milik Allah SWT.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. al-Baqarah: 147)

Rasulullah ﷺ bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

PERHATIAN: Resepi Dapur tidak akan bertanggungjawab langsung ke atas komen-komen Negatif yang diberikan oleh pembaca kami. Sila pastikan anda berfikir panjang terlebih dahulu sebelum menulis komen Negatif anda disini.

Pihak Admin juga tidak mampu untuk memantau kesemua komen yang ditulis disini. Segala komen adalah hak dan tanggungjawab anda sendiri.

Jangan Lupa Untuk Follow dan Like Page Kami Di Resepi Dapur, Islam Terkenal, Nasihat & Tazkirah Dan Panduan Hidup Untuk cerita-cerita terkini

TELEGRAM INFO BANTUAN, KERJA KOSONG DAN ISU SEMASA

GROUP WHATSAAP INFO BANTUAN, KERJA KOSONG DAN ISU SEMASA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*